• Member Area
    • Login
  • Share
  • Facebook
  • Twitter
  • Email

Nafiri Allah Ministry

  • Home
  • Profile
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Tentang Pdt. Josia Abdisaputera
  • Media
    • Khotbah
      • Audio
      • Video
      • Ringkasan Khotbah
    • Renungan
    • Artikel
    • Berita
    • Pastor's Heart
    • News Bulanan
  • Pelayanan
    • Doa
    • Kesaksian
    • Baptisan Air
    • Penyerahan Anak
    • Kunjungan/Besuk
    • Pelayanan Penghiburan dan Penguburan
    • Bimbingan Pra Nikah
    • Ingin Melayani
    • CORE
    • Merchant
    • Kartu Anggota
  • Ibadah
    • Ibadah Raya
    • Komisi Wanita
    • Komisi Usia Indah
    • Komisi Fresh
    • Komisi Junior Army of Christ
    • Nafiri Miracle Service
    • Umat Dewasa & Berbuah
  • Mission
    • Tentang PMNA
    • Subsidi 1000 Hamba Tuhan
    • Pembangunan 1000 Gereja
    • Perintisan Jemaat
    • Sobat Gereja
    • Sahabat Misi
    • Mission Trip
    • SD Sehati Bangka
    • Seminar Hamba Tuhan
    • Kegiatan
  • Contact Us
    • Sekretariat
    • Persembahan dan Perpuluhan

Formulir

  • Kartu Anggota
  • Ingin Melayani
  • CORE
  • UDB
  • Mission Trip

 

Pelayanan

 

News Bulanan



 

Baptisan Air

  • About

  • Jadwal

  • Galeri

 

Download Form Baptisan Air

 


Sesi 1 - Dosa & Keselamatan

Sesi 2 - Baptisan Air

Sesi 3 - Kewajiban Orang Kristen



DOSA & KESELAMATAN

DOSA

A. Pengertian Dosa
Dosa ialah PEMBERONTAKAN di dalam BATIN terhadap Allah, yang diekspresikan dalam SIKAP/ TINDAKAN ketidaktaatan.

Ada dua tipe dosa :
1.Dosa Perbuatan, yaitu: setiap perbuatan jahat yang kita lakukan.
2.Dosa Kelalaian, yaitu: setiap perbuatan baik yang gagal kita lakukan.

Sebenarnya, dosa kalalaian lebih sering terjadi dibandingkan dengan dosa perbuatan. Dosa tidak hanya berarti kejahatan. Ketika manusia tidak dapat mengenapi kesempurnaan Allah, pada hakekatnya manusia berdosa  ( Roma 3: 23 ).

B. Asal Mula Dosa
Alkitab menyebutkan bahwa dosa yang pertama-tama terjadi di Surga ketika malaikat Lucifer bercita-cita hendak menyamakan diri dengan Allah (Yesaya 14: 12-14). Karena dosa kesombongan maka ia diusir dari surga dan menjadi iblis atau setan. Dosa berasal dari kehendak iblis karena Allah juga menjadikan malaikat-malaikat dengan kehendak bebas.

C.Akibat Dosa
Manusia pertama yang diciptakan Allah diselubungi kemuliaan Allah, tapi jatuh ke dalam dosa karena melanggar perintah Allah dengan kehendak bebas yang mereka miliki (Kejadian 3:1-6). Sejak itu setiap bayi yang lahir mewarisi tabiat dosa, bahkan dalam pertumbuhan dan perkembangannya, kuasa dosa makin bertambah-tambah dalam kehidupan manusia (Mazmur 51:7; Markus 7:20-23). Inilah yang disebut sebagai dosa warisan.

Sebagai akibat dosa, maka terputuslah hubungan persekutuan antara manusia dengan Allah, dan manusia berada di bawah kutuk Allah. Akibat yang dialami manusia karena dosa adalah :

1.Kematian ROHANI
   Terpisah secara rohani dengan Allah (Efesus 2 :1)
2.Kematian FISIK
   Mengalami sakit penyakit dan kematian (Kejadian 2: 17)
3.Kematian KEKAL
   Dibuang dari hadirat Tuhan untuk selamanya (Wahyu 21:8)

Dosa membawa kita kepada kebinasaan, karena itu manusia perlu diberikan KESELAMATAN.


KESELAMATAN

A. Perlunya Keselamatan
Keselamatan ialah karya penebusan Kristus bagi manusia dari kuasa dosa yang mengakibatkan kelepasan dari dosa dan akibatnya (Titus 2:11-14). Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri  dengan perbuatan amal ataupun melakukan hukum agama, sehingga manusia memerlukan pengampunan (Yes 64:6, Gal 2: 16, Ef 2: 8).

B. Jalan Keselamatan
Satu-satunya jalan untuk terbebas dari kebinasaan karena dosa ialah dengan cara menerima anugerah Allah melalui Anak-Nya Yesus Kristus menjadi Juruselamat bagi hidup kita (Yoh 3:16, Mat 1:21, Mrk10: 45). Yesuslah satu-satunya jalan keselamatan yang memperdamaikan antara Allah dan manusia (Yoh 14:6, Kis 4 : 12).

C. Langkah-langkah Keselamatan
Ada dua segi pada keselamatan: segi Ilahi dan segi Insani (pihak Allah dan manusia). Segi Ilahi ialah kelahiran kembali yang dilaksanakan oleh Roh Allah dalam hati orang percaya. Segi insani yaitu sesuatu  yang harus dialami oleh manusia yang meliputi:

C.1. Pertobatan
Sebelum seseorang dapat diselamatkan, ia harus bertobat dari dosa-dosanya. Pertobatan bukan keselamatan, namun sesuatu yang menyertai keselamatan, sesuatu yang jika tidak ada, tidak mungkin memberikan pengalaman keselamatan. Apakah pertobatan itu?

Pertobatan tidak sama dengan keinsafan, ia melebihi keinsafan. Insaf saja bukan berarti bertobat. Yudas Iskariot menginsafi dan meyesali dosanya, tapi tidak bertobat, melainkan bunuh diri (Mat 27 : 3-5)

Pertobatan ialah keadaan dimana seorang berdosa menyesal karena dosa-dosanya, yang dinyatakan oleh terang Firman Tuhan, sehingga dengan kehendaknya sendiri ia mengubah pikiran dan hatinya lalu berbalik dari dosanya dan berpaling kepada Allah.

Dengan kata lain, pertobatan ialah suatu perubahan hidup, dimana ia :
•Berhenti berbuat dosa
•Berpaling kepada Allah
•Melakukan kehendak Allah (Yeh 18:30-31,Yes 55:7)

Pertobatan sejati menyangkut Pikiran (menyesal, menginsafi), Perasaan (dukacita akibat dosa), Kehendak (meninggalkan dosa dan berbalik kepada Allah, seperti cerita anak yang hilang). Pertobatan sejati meliputi pengakuan dosa kepada Allah dan seringkali harus disertai pengakuan kepada manusia (Yak 5 : 16).

C.2. Iman
Hal yang perlu dilakukan setelah bertobat adalah beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Pertobatan harus kepada Allah, karena dosa menentang Allah dan iman harus kepada Yesus yang telah menyelamatkan kita (Kis 20:21).

Beberapa unsur dalam iman:
•Kepercayaan
Kepercayaan didasarkan atas iman kepada Tuhan Yesus. Iman bukan percaya tanpa bukti, bukan tindakan membabi buta. Iman timbul karena mengetahui Firman Allah (Rm 10 : 17)
•Penerimaan
Supaya diselamatkan, manusia harus menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya secara pribadi. Orang dapat percaya bahwa makan dapat menopang hidup, namun ia akan mati kelaparan jika ia tidak makan. Orang dapat percaya Yesus menyelamatkan hidupnya, namun ia akan mati dalam dosanya jika tidak menerima Kristus sebagai Juruselamatnya.
•Penyerahan
Iman berarti kita bersandar kepada Kristus. Bukan hanya percaya (to believe), tapi mempercayakan diri  (to trust). Contoh: orang bisa percaya seorang akrobat dapat menyeberangi jeram Niagara di atas seutas tali, namun belum tentu ia mau mempercayakan diri untuk duduk di atas pundaknya bersama-sama menyeberangi jeram itu.
•Kelahiran Baru
Setiap orang pernah dilahirkan secara jasmani dari rahim ibunya, namun tidak semua orang pernah mengalami kelahiran baru, yaitu dilahirkan kembali secara rohani dan masuk surga (Yoh 3:3-5). Alkitab menyatakan ada 3 keharusan yang dialami manusia :
1.Manusia harus mati (Ibr 9:27)
2.Manusia harus menghadapi pengadilan Allah (Rm 14 : 12)
3.Manusia harus dilahirkan baru untuk mendapatkan keselamatan.
Untuk mengamati terjadinya kelahiran baru adalah hal yang mustahil, tetapi bukti atau akibat dari kelahiran baru itu dapat disaksikan.

Bagaimana seseorang dapat dilahirkan baru ?
•Bertobat dari segala dosa (Kis 3:19)
•Percaya bahwa Yesus Kristus mati di kayu salib untuk menanggung dosanya (1 Ptr 2:24)

Tiga perubahan yang terjadi dalam hidup orang yang lahir baru:
•Hati yang baru; Ini adalah perubahan pertama yang dikerjakan Roh Kudus dalam hidup seseorang. Hati yang telah dibaharui akan menghasilkan perbuatan dan kebiasaan yang baru (Mat 7:17 -20)
•Hubungan yang baru dengan Allah; Dulu ia musuh Allah, tetapi Kristus telah memperdamaikan dia dengan Allah (2Kor 5:18a), sekarang dia diangkat sebagai Anak Allah (Gal 4:5-6).
•Hubungan yang baru dengan sesama manusia; Dulu ia sering membenci, bertengkar dan memusuhi, tetapi kini ia mengasihi sesama (1Yoh 3 : 14). Kasihnya nyata dalam perubahannya terhadap sesama.

D. Kepastian Keselamatan
Orang Kristen yang telah lahir baru harus waspada terhadap serangan iblis yang membuatnya ragu akan keselamatn yang telah diterimanya. Karena itu, Firman Allah harus menjadi dasar bagi kepastian keselamatan kita.

Alkitab menyatakan bahwa setiap orang yang percaya kepada Yesus pasti selamat (1Yoh 5:10-13). Dasar keyakinan kita bukanlah perasaan tetapi Firman Allah yang tidak berubah. Jika ia tidak yakin akan jaminan keselamatan ini, berarti ia telah menganggap Allah pendusta. Setelah menerima keselamatan, orang percaya akan mengalami pencobaan dan ujian iman, namun Firman Tuhan berkata Allah akan beserta  dengan dia di dalam setiap pencobaan yang ia alami (1 Kor 10:13).

 


BAPTISAN AIR


Baptisan Air Sebagai Tanda Ketaatan Iman
Baptisan air adalah sakramen yang pertama, yakni suatu sakramen yang harus dilakukan oleh gereja berdasarkan apa yang telah diperintahkan oleh Allah. Baptisan air adalah perbuatan iman yang membuktikan hasil pekerjaan Roh Kudus dalam diri orang yang percaya kepada Kristus.

Roh Kudus berbicara waktu Firman Allah diberitakan dalam hati orang yang memperhatikannya, sehingga menimbulkan kesadaran dan bertobat serta menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhannya. Jika proses itu terjadi, maka ia menerima hak sebagai anak Allah (Yoh 1:12). Hal itu perlu dimeteraikan dengan Baptisan Air, karena Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan“ (Mrk 16:16)

Baptisan Air mutlak harus dilakukan karena merupakan bukti ketaatan iman kita kepada perintah Allah (Mat 28:19, Kis 2:14). Orang yang tidak memberi diri dibaptis  menunjukkan ketidak-taatannya kepada perintah Allah, kecuali jika seseorang benar-benar tidak dapat atau tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya. Contoh: salah satu penjahat yang disalib bersama Yesus (Luk 23:39-43).

Orang yang menolak baptisan air berarti bahwa ia belum sungguh-sungguh bertobat dan percaya      (lahir baru), karena iman sejati harus diwujudkan dalam tindakan ketaatan. Tanpa perbuatan, iman adalah mati (Yak 2:14,17). Orang yang menolak baptisan dapatlah berarti ia menolak maksud Allah di dalam dirinya (Luk 7:30). Tuhan Yesus sendiri merasa perlu dibaptis untuk menggenapi seluruh kehendak Allah (Mat 3:13-17), siapakah kita sehingga kita menolak kehendak-Nya?


Makna Rohani Dari Baptisan Air
Baptisan Air dalam Perjanjian Baru sama maknanya dengan penyunatan dalan Perjanjian Lama yang merupakan tanda perjanjian antara Allah dengan Abraham dan keturunannya (Kej 17:9-10). Karena itu Baptisan Air merupakan ikatan perjanjian Allah dengan manusia mengenai keselamatan (Kol 2:11-12). Baptisan air merupakan tanda sunat hati, yakni  penanggalan tubuh dosa dan segala keinginannya (Rm 2:28-29). Sunat merupakan tanda kebenaran berdasarkan Iman (Rm 4 :11-12). Jadi yang dipentingkan di sini adalah iman yang mendatangkan pembenaran dan keselamatan, walaupun tandanya berlainan. Dalam PL : sunat, dalam PB : baptisan air.

Baptisan air merupakan lambang pembersihan, yang tentu saja harus didahului dengan pertobatan dan iman kepada Yesus Kristus (Kis 2:37-38). Seperti air yang mempunyai sifat membersihkan kotoran dari badan secara jasmaniah, maka baptisan menandakan pembersihan dosa kita secara rohaniah oleh darah Tuhan Yesus. Baptisan air melambangkan pula kematian dan kebangkitan Kristus yang membawa kita keluar dari kehidupan lama (kematian rohani) dan bangkit dalam kehidupan baru (rohani) yang kekal. Dalam baptisan, kita dikuburkan dalam kematian-Nya supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, kitapun dibangkitkan bersama dengan Dia (Rm 6:3-6, Kol 2:12-13). Oleh Baptisan Air dalam Kristus, hidup kita menjadi ciptaan baru, karena yang lama sudah berlalu sesungguhnya yang baru sudah datang (2 kor 5:17).

Cara Pembaptisan
Cara baptisan yang diajarkan oleh Alkitab ialah diselamkan ke dalam air. Baptisan berasal dari beberapa kata dalam bahsa Yunani, yakni : baptize, bapto, yang berarti :
1.Menutupi dengan cairan (to cover wholly with fluid)
2.Mencelupkan sesuatu ke dalam cairan dan kemudian mengeluarkannya lagi (to dip something into a   fluid and then take it out again)
3.Basah seluruhnya (fully wet)

Jadi baptisan air dapat dipahami sebagai permandian ke dalam air sebagai tanda menjadi anak Allah. Yesus Kristus dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis dengan cara demikian begitu pula baptisan yang dilakukan oleh rasul-rasul kepada setiap orang percaya untuk menggenapkan seluruh kehendak Allah (Mat 3:13-17). Cara baptisan selam ini sesuai dengan ayat dalam Rm 6:3-6 tentang makna baptisan, yakni dikuburkan lalu dibangkitkan bersama dengan Kristus.

Syarat Baptisan Air
Dalam Kis 8:35-39 kita membaca percakapan Filipus dengan sida-sida dari Etiopia hingga ia dibaptiskan. Kita dapat melihat persiapan apa saja yang harus dimiliki seseorang agar dia boleh mengikuti baptisan air:
1.Harus ada pemberitaan Injil terlebih dahulu (Kis 8:35). Iman timbul dari mendengar Firman Allah       (Rm 10:17).
2.Harus dengan sukarela dan tanpa paksaan. Dalam Kis 8:36, sida-sida itu minta dibaptis dengan sukarela bukan paksaan.

Memang dalam kenyataan, ada orang-orang yang “ikut arus” saja dan membiarkan diri dibaptis. Mereka belum bertobat, belum menerima Yesus dalam hatinya, belum lahir baru. Motivasi yang salah ini akhirnya mengecewakan mereka, karena mereka sama sekali tidak mengalami pembaharuan dan berkat Tuhan. Jadi harus ada kerinduan dalam diri seseorang untuk di baptis. Percaya dengan segenap hati bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah (Kis 8:37). Tidak ragu lagi bahwa Yesuslah jalan pengampunan dosa dan keselamatan (Kis 2:38). Diselamkan ke dalam air  (Kis 8:38-39). Keduanya turun ke dalam air. Jadi tidak dipercik (rantizo), tapi diselam (baptizo).

Baptisan air saja tanpa pertobatan dan iman tidak mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan. Baptisan adalah tanda yang harus dinyatakan kepada dunia tentang pertobatan dan iman yang mendatangkan keselamatan oleh anugerah-Nya. Jadi baptisan air merupakan bukti di luar dari apa yang telah dikerjakan oleh Roh Kudus dalam hati kita.

Perlu diperhatikan bahwa syarat baptisan adalah bertobat dan percaya kepada Yesus. Karena itu seorang bayi atau anak kecil tidak dibaptiskan, namun diserahkan kepada Tuhan (1Sam 1:27-28). Seorang yang telah sungguh-sungguh bertobat, perbuatan iman (ketaatan) yang pertama adalah memberi diri dibaptis (Kis 2:38,41). Kadang-kadang baptisan ini membawa resiko atau tantangan yang besar seperti: perasaan malu, ancaman, pertentangan, penyisihan dan sebagainya, tapi orang yang sungguh-sungguh lahir baru akan dapat bertahan menghadapi semua ini dengan pertolongan Roh Kudus (Mat 10 : 32-39).



KEWAJIBAN ORANG KRISTEN

Setiap orang Kristen sejati mengalami kelahiran kembali berkat pekerjaan Roh Allah. Ia memulai hidupnya yang baru itu sebagai bayi rohani. Kehendak Allah baginya ialah bertumbuh menjadi orang Kristen dewasa dalam iman dan “dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus “     (2 Ptr 3:18). Orang Kristen dapat bertumbuh rohaninya dengan cara melakukan kewajibannya sebagai orang Kristen. Apa saja kewajiban orang Kristen itu ?

Membaca Firman Tuhan
Firman Tuhan adalah makanan rohani bagi orang Kristen (Mat 4:4). Orang Kristen yang tidak bisa membaca dan mempelajari Alkitab akan menjadi orang Kristen yang sakit dan lemah secara rohani. Orang Kristen harus makan makanan rohani melalui Firman Tuhan setiap hari agar kuat di dalam Tuhan. Dengan melakukan itu, maka ia bertambah dalam pengenalan akan kehendak Tuhan bagi hidupnya dan ia dikuatkan dalam menghadapi segala godaan iblis dan pencobaan hidup.

Berdoa (1 Tes 5:17)
Berdoa dalam kehidupan Kristen identik dengan bernafas dalam kehidupan jasmani. Orang yang tidak bernafas adalah orang mati. Jadi orang yang tidak suka berdoa adalah orang yang mati rohaninya. Sebab itu orang Kristen harus berdoa (Luk 18:1), karena doa adalah komunikasi dengan Allah. Doanya didasarkan keyakinan bahwa Allah mendengar doanya dan melalui doa ia juga mendapat kekuatan rohani melawan tipu muslihat iblis (Mat 26:41).

Beribadah (Ibr 10:25)
Ibadah adalah perintah Allah yang begitu jelas dikatakan untuk tidak dilanggar. Dalam ibadah ini kita dapat menjalin hubungan yang akrab dengan Tuhan dan saudara seiman. Tanpa bersekutu dengan orang-orang Kristen lain, ia akan menjadi suam dan dingin secara rohani. Kehendak Allah ialah supaya umat-Nya tetap memelihara persekutuan di antara mereka. Itulah sebabnya pada hari Minggu orang-orang percaya berkumpul bersama-sama di gereja mendengarkan Firman Tuhan. Dalam persekutuan yang sebenarnya, orang-orang Kristen saling mengisi dan menasehati berdasarkan Firman Tuhan dan pengalaman-pengalaman hidup mereka. Dengan jalan ini mereka dikuatkan dan bertumbuh dalam iman dan penyerahan kepada Tuhan.

Bersaksi (Mat 28:19-20)
Firman Tuhan memerintahkan semua orang percaya untuk bersaksi kepada orang lain tentang pengharapan di dalam Kristus (1Ptr 3 : 15). Bersaksi adalah perintah Tuhan kepada setiap orang percaya, bukan kepada pendeta saja. Kita memberitakan Injil juga berdasarkan pengalaman kita sendiri dalam persekutuan bersama Tuhan. Setiap orang Kristen yang setia bersaksi akan diberkati Tuhan dengan sukacita (Maz 126:6). Namun bila tidak bersaksi Tuhan akan menuntut pertanggungan jawab dari kita (Yeh 3:17-21).

Perjamuan Kudus
Perjamuan kudus adalah suatu perjamuan rohani yang telah dilakukan Tuhan Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya sebelum ia disalibkan di Golgota. Inilah sakramen kedua (pertama: Baptisan air) dalam gereja Tuhan. Sebagaimana baptisan air, maka perjamuan kudus juga wajib dilakukan oleh orang percaya.

Dalam Perjanjian Baru, ada dua hal yang dapat mendatangkan kutuk bahkan kematian rohani pada saat perjamuan kudus, yaitu:
1. Dosa yang disimpan/disembunyikan/hidup tidak layak (1 Kor 11:27). Ragi melambangkan dosa.
2. Tidak mengakui tubuh Tuhan atau tidak percaya korban Yesus.

Dalam perjamuan kudus kita harus menguji diri kalau-kalau ada dosa yang masih belum diakui dan percaya kepada korban Kristus yang menebus kita dari segala dosa.

Makna perjamuan kudus adalah sebagai berikut :
1.Peringatan kasih Allah dimana Kristus telah mati untuk keselamatan kita (Rm 5: 8).
Roti dan anggur yang telah diberkati itu melambangkan tubuh dan darah Kristus yang telah dipersembahkan sebagai korban pendamaian untuk keselamatan kita (Ibr 9:24-28). Barangsiapa     “makan“ daging dan “minum” darah-Nya, artinya yang percaya kepada-Nya dan menjadi satu dengan Dia, akan memperoleh hidup kekal.

2. Perjamuan kudus adalah alat anugerah supaya kita boleh bersekutu dengan Tuhan, tinggal di dalam Dia dan Dia didalam kita, juga bersekutu satu sama lain (1 Kor 10:16).

3. Perjamuan kudus adalah perjamuan Tuhan untuk sidang jemaat yang dikasihi-Nya, supaya sidang jemaat selalu mengingat kasih Tuhan dan senantiasa hidup dalam kasih-Nya (Yoh 13:34-35). Ini juga mendorong kita untuk memberitakan Injil sampai Kristus datang kembali (1 Kor 11 : 26).

Memberi Persembahan
Memberi persembahan merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya karena Allah telah memberkati kita bahkan memberikan Anak-Nya bagi keselamatan kita. Jadi persembahan merupakan ungkapan kasih kita kepada Allah atas anugerah-Nya dan merupakan tanda ketaatan iman kepada firman-Nya. Ada beberapa jenis persembahan yang Allah ajarkan kepada kita, atara lain :

a. Persembahan Pada Setiap Kebaktian
Dalam kebaktian orang Israel, tidak seorangpun boleh datang di hadapan Tuhan dengan tangan kosong (Kel.23:15, Ul 16:16). Mengapa harus datang dengan persembahan? Karena kita harus bersyukur kepada Allah yang telah membeli kita dengan harga yang sangat mahal, yaitu Darah Kristus Anak Allah (1 Kor 6:20). Oleh karena itu setiap anak Tuhan harus selalu datang kepada-Nya dengan persembahan sesuai dengan berkat yang telah diberikan Tuhan kepadanya (Ul 16 : 17).

b. Korban Syukur
Kita harus membawa korban syukur kepada Tuhan karena Tuhan itu baik dan kasih setia-Nya kekal selamanya (Yer 33:10-11). Korban syukur dapat diberikan waktu kita: sembuh dari sakit, mendapat untung, kelahiran anak, menempati rumah baru, dan lain sebagainya.

c. Persembahan Persepuluhan
Persepuluhan yakni sepersepuluh (1/10) dari penghasilan kita adalah milik Tuhan yang harus dikembalikan kepada-Nya (Mal 3:10). Persepuluhan ini dibawa ke gereja dimana kita mendapat pelayanan rohani secara tetap (gereja lokal). Bila kita mentaatinya dengan tulus dan sukacita, Allah akan memberkati kita sampai berkelimpahan.

d. Persembahan Sulung
Persembahan sulung yaitu persembahan yang diberikan dari seluruh hasil pendapatan pertama dalam bisnis atau pekerjaannya (Amsal 3:9-10).


 

  • Green Ville
HariWaktuKeterangan/Catatan
Periode 2

Katekisasi ke-1:
Sabtu, 13 Juli  2013
Green Ville

Katekisasi ke-2:
Sabtu, 20 Juli 2013
Green Ville

Baptisan Air:
Minggu, 21 Juli 2013
Pk. 11.00 WIB
Prisma Sport Club

Periode 1

Katekisasi ke-1:
Sabtu, 19 Januari 2013
Green Ville

Katekisasi ke-2:
Sabtu, 26 Januari 2013
Green Ville

Baptisan Air:
Minggu, 27 Januari 2013
Pk. 11.00 WIB
Prisma Sport Club

Pilih Album :


 
Your comment has been submitted for approval. It will show up very shortly.
©2011 GerejaSoft and Nafiri Allah Ministry Team
  • Home
  • |
  • Hubungi Kami
  • Profil
    • Sejarah
    • Visi dan MIsi
    • Pdt. Josia Abdisaputera
  • Media
    • Audio
    • Video
    • Ringkasan Khotbah
    • Renungan
    • Artikel
    • Berita
    • Pastor's Heart
    • News Bulanan
  • Pelayanan
    • Permohonan Doa
    • Kesaksian
    • Baptisan Air
    • Penyerahan Anak
    • Kunjungan/Besuk
    • Pelayanan Penghiburan dan Penguburan
    • Pemberkatan Nikah
    • Ingin Melayani
    • CORE
    • Merchant
    • Kartu Anggota
  • Ibadah
    • Ibadah Raya
    • Komisi Wanita
    • Komisi Usia Indah
    • Komisi Fresh
    • Komisi JA'C
    • Nafiri Miracle Service
    • Umat Dewasa & Berbuah
  • Misi
    • Tentang PMNA
    • Subsidi 1000 Hamba Tuhan
    • Pembangunan 1000 Gereja
    • Perintisan Jemaat
    • Sobat Gereja
    • Sahabat Misi
    • Mission Trip
    • SD Sehati Bangka
    • Seminar Hamba Tuhan
    • Kegiatan
  • Hubungi Kami
    • Sekretariat
    • Persembahan dan Perpuluhan